“New 7 Wonders” (Tujuh Keajaiban Dunia Baru) it’s just a POPULARITY GAME

yo’i, saya yakin para bloggers, netters suda banyak yg tahu tentang kontes “New 7 Wonders” ini. Apalagi Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Departemen Pariwisata lagi gencar-gencarnya mengadakan kampanye untuk turut mendukung masuknya Pulau Komodo masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia yang baru.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kontes ini adalah sebuah kontes POPULARITAS, dimana pemenangnya terpilih berdasarkan banyaknya voting yang masuk? bukan berdasarkan kepantasan secara ILMIAH

UNESCO adalah salah satu badan dunia (PBB) yang secara resmi diakui secara Internasional untuk menentukan/memutuskan mana saja yang menjadi  “Warisan Dunia” (World Herritages). UNESCO tidak menggunakan istilah “Keajaiban Dunia” (World of the Wonders).  Semenjak maraknya kontes ini yang diikuti oleh jutaan orang sedunia, UNESO telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa UNESCO tidak ada hubungan dalam penyelenggaraan kontes tersebut.

Saya tidak menyalahkan ataupun melarang mereka/anda untuk turut mendukung kontes ini, namun hanya ingin memberikan informasi bahwa it’s just a game! dan kalaupun nanti Pulau Komodo gagal “audisi” maka tidak perlu kita tanggapi dengan terlalu serius, karena sekali lagi, ini semua ditentukan hanya dari hasil voting yang menurut saya tidak bisa dijadikan validitas sebuah kualitas dari tempat/bangunan yang dinominasikan.

Dan sebetulnya kita tidak perlu khawatir karena Pulau Komodo beserta beberapa lokasi/bangunan (termasuk Candi Borobudur) bersejarah di Indonesia sudah diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, lihat daftarnya di sini http://whc.unesco.org/en/list

Nah, sekarang tahukah Anda darimana asal muasal “Tujuh Keajaiban Dunia” ? istilah populer ini didapatkan dari buku panduan wisata oleh bangsa Yunani kuno. Dan kalau berdasarkan daftar asli 7 Keajaiban Dunia di dalamnya terdapat: Piramid Mesir, Taman Gantung Babylonia, Patung Zeus di Olympia, Kuil Artemis, Mausoleum, Colossus, dan mercusuar Alexandria.

Sebetulnya banyak istilah lain lagi, seperti: Seven Natural Wonders, Seven Wonders of the Underwater World. Pulau Bali ternyata masuk dalam daftar Travel wonders of the world :)

so?

artikel lain:
Priyadi.netKontroversi New Seven Wonders of the Worlds

Selamat Ulang Tahun ke-4 Blog sandynata.wordpress.com

Tanggal 17 Juni, tepat 4 tahun yang lalu, pertama kali saya memposting artikel di blog ini, sebagai awal lahirnya blog sandynata.wordpress.com. Tidak ada perayaan, tidak ada selamatan, dan yang pasti TIDAK ADA TRAKTIRAN!


Begitu banyak gonjang ganjing dunia perblog-an saya alami di sini, ada yang indah, ada yang menyedihkan sampai yang bangsat najiz pun ada. Mulai dari kisah persahabatan, asmara sampai kisah mesum, serta permusuhan pun lebur jadi satu tersimpan dalam arsip blog ini.

Itu lah BLOG! cerminan kehidupan yang coba saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan jelek ini. Inkonsistensi gaya tulisan, topik dan kuantitas ngeblog banyak anda temukan di blog ini, sama seperti hidup, kan g seru kalo cuma datar-datar (monoton) aja, ya toh

ada yang bilang tulisan di blog saya jelek, gak mutu, malah sampe nuduh kalo saya ini ngeblog cuma cari sensasi atau karena cuma pengen dapet duit dari blogah WAT DE HEL! semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kalian!

ya sudah, semoga blog ini bisa bertahan sampe saya punya anak cucu

HAPPY BIRTHDAY!


stat-blog

Statistik Umum

Statistik Detail Pengunjung

Statistik Detail Pengunjung

Grafik November 2006 s/d Juni 2009

Grafik November 2006 s/d Juni 2009

Prahara Cineplek Jadul – Kisah kasih nonton bareng BloggerNgalam

Kemarin minggu akhirnya keturutan juga nonton bareng bloggerngalam, hadir ale beserta istri (vivi), fajarembun, sang juragan linggis dan saya. Terminator Salvation kita pilih menjadi hidangan bersama. Dan Cineplex 21 di Mandala Plaza menjadi TKP (Tempat Kejadian Prahara). Pilihan Mandala Plaza merupakan pilihan terakhir dan satu-satunya, karena Cineplex 21 di tempat lain, Dieng Plaza dan Matos (Malang Town Square) tidak lagi menayangkan Terminator Salvation.

Prahara pertama, terjadi karena minimnya sumber informasi (jadwal tayang), sedangkan situs Cineplex 21 memiliki data yang lengkap, namun tidak dapat dijadikan acuan alias NGGAK DIJAMIN VALID!

Jadwal tayang dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. (All schedules are subject to change without notice.)

ok, kalau gitu harus konfirmasi via telpon.

tuut… tuut.. tut… tuuut…. NGGAK ADA YANG NGANGKAT!!

jrit! ya sudah, akhirnya dengan berbekal informasi yang tidak valid dari situsnya saya berangkat ke TKP dan tiba sekitar jam 13.30 (jadwal di situs: 13.45). Ternyata di sana sudah ada sang juragan linggis ditemani oleh fajarembun. Lalu saya cek jadwalnya… jrit!! jam 12.30! waaatt??? telattt!!! jam tayang ke dua jam 15.00! waaatt?? terpaksa kita harus menunggu 1 setengah jam lagi!

*lempar mbak penjual karcis dengan linggis*

Prahara kedua, jam 14.50 akhirnya pintu teater 3 telah dibuka *diiringi bunyi tang… ting… tung…*. memasuki teater dengan gagah berani, senang, bahagia tra..la..la….

sekejap langsung ilfil, mendapati tempat duduk yang kursinya rusak! ini buktinya

Kursi Rusak

Kursi Rusak

Prahara ketiga, biasalah jam karet! harus menunggu 15 menit lebih sebelum film dimulai, dan dalam 15 menit lebih itu kita “disiksa” dengan hiburan lagu jadul (pop-keroncong dan poco2 nya Rama Aipama), INI KONDANGAN APA???

Prahara keempat, merasa malu melihat slide iklan bertuliskan “SELAMAT DATANG DI CINEPLEK 21″, sayang g sempet ambil skrinsyut buat barang bukti hehehee…

Prahara kelima, ketika film dimulai, awal-awal jadi mikir, ini mata saya minusnya nambah ato…. jrit! proyektornya NGGAK FOKUS! mbleret-mbleret! berbayang-bayang gitu deh.

Prahara keenam, dan terakhir, seperti yang sudah di bocorkan oleh sang juragan kaos, yang sudah berpengalaman nonton di Mandala, ternyata benar, LAYARNYA CUIL! ada yang sobek, jrit!

Kesimpulan, lain kali ndak nonton di CINEPLEK 21 di Mandala lagi, pokoknya kalo nggak yang di Dieng ya di Matos, titik!

… next nobar with bloggerngalam? tunggu tanggal mainnya :)

http://www.facebook.com/sandy.suryadinata

uhui… kalo dulu url nya masih pake nomor kayak gini http://www.facebook.com/profile.php?id=109723xxxx sekarang jadi lebih “manusiawi”, dan punya saya sekarang url-nya http://www.facebook.com/sandy.suryadinata

bagaimana punya anda?

Yang penting kan masuk terus…

Hampir 3 tahun lebih menjadi instruktur Praktikum, bertemu dengan segala macam tingkah polah Mahasiswa. Ada yang nyenengno, biasa-biasa, sampe yang nyebelno naudzubillah. Bukan masalah tampang cakep ato nggak, tapi dari attitude, kedisiplinan dan NIAT kuliahnya.

Ada temen kuliah saya dulu, bilang “halah kamu sndiri juga waktu kuliah kayak gimana san?”

OOoooo.. lek ketemu tak penthungi arek iku!

boleh diselidiki bagaimana saya dulu menjalani kuliah, dosen dosen saya dulu masih ada semua, bisa ditanya semua deh (kalo masih inget sama saya), enak aja nuduh! hehehehe…

Bai de wei, pernah juga curhat sama temen yang kebetulan dia juga kerja di sebuah perguruan tinggi, eh ternyata banyak pengalaman yang nyebelno sama seperti yang saya alami.

“Aneh ya, mahasiswa jaman sekarang ini gak kayak kita dulu, MANJA nya itu looo duuuhh… gak bisa MANDIRI!”

Teringat kembali dengan Dosen favorit saya, beliau tidak banyak bicara di kelas, apa yang disampaikan cukup padat, kuliah pun rata2 cuma berdurasi 30 menit s/d 1 jam, dan hampir setiap kali pertemuan selalu dikasi PR. Setiap dikasih PR saya ingat JARANG sekali ada mahasiswa/teman sekelas saya yang tidak mengumpulkan tugas, dan rata-rata hampir semua tugasnya benar, padahal materi yang diberikan oleh beliau ini cukup singkat, hanya sekedar inti-intinya saja. Saya senang dengan metode beliau, karena benar2 mendorong mahasiswanya untuk MANDIRI, nggak cuma jadi orang yang hanya mau disuapin aja, tapi harus KERJA.

Masih ingat juga betapa ramainya ruang kantin setelah keluar kelas, selain cari makan dan minum saya dan teman-teman dulu sering menghabiskan waktu ngerjakan tugas bersama-sama di kantin kampus, kalau kita butuh bahan-bahan materi kita bisa numpang browsing internet di ruang himpunan, atau kalau ada duit pergi ke warnet, ke perpustakaan atau malah nyulik kakak tingkat buat ngasi wangsit (baca: minta dibikinkan program). Semua usaha dan upaya kita lakukan, nggak peduli halal atau haram hahahahaha…

Itulah perjuangan… begadang sampe malam pun dijabanin demi sebuah kewajiban mengerjakan PR, dan rasa puas yang sangat ketika lulus dengan nilai A! setimpal gitu loh!

Nah, sekarang, ketika saya diberi kesempatan merasakan tugas seperti dosen-dosen saya dulu, pengalaman yang berbeda saya dapatkan. Pengalaman yang cukup membuat saya mengelus dada saya (ya iyalah masak ngelus2 dada orang lain?)

Gimana enggak, saya coba kasih kebijakan yang saya rasa cukup membuat NYAMAN mahasiswa saya (saya gak pernah dapat fasilitas ini oleh dosen saya dulu), salah satu contoh: setiap tugas yang dikumpulkan pasti saya kasi nilai, walaupun salah semua atau gagal total, saya beri nilai sebagai penghargaan saya terhadap usaha mereka. Segala macam usaha mereka yang menunjukkan niat mereka untuk belajar pasti saya hargai. Dari awal semester saya sudah berulang kali mengingatkan mereka atas kebijakan saya ini, tapi apa hasilnya?

Speechless, masih ada mahasiswa saya yang jarang ngumpulin tugas, malah ada yang sama sekali nggak pernah ngumpulin tugas padahal dia sering masuk kuliah.

Beberapa kali saya diprotes sama mahasiswa saya “pak saya kok g lulus, saya kan masuk terus“, lah? tugas nggak ngumpulin, ujian middle nggak ikut, ujian akhir jeblok parah naudzubillah, MINTA LULUS ? itu terjadi beberapa kali, sampai saya heran apakah mahasiswa sekarang mikirnya “asal masuk pasti lulus” ?

atau mungkin mereka punya pengalaman di mata kuliah lain berlaku peraturan seperti itu? lantas mengira semua mata kuliah aturannya sama?

mau jadi APA NAK?

*aduh pusing (beneran), minum obat apa ya?*