Bid’ah dalam Islam

Sebetulnya sudah lama saya ingin membicarakan masalah bid’ah ini. Tapi berhubung ada beberapa kendala (1) sibuk (2) masih blank (3) materi belum terkumpul banyak (4) masih dalam proses mendalami hal-hal yg berkaitan tentang bid’ah, sampai sekarang pun saya masih belum bisa membahasnya secara lengkap. Alhamdulillah beberapa bulan yang lalu saya menemukan blog yang bertemakan Islam, dan bagusnya lagi disitu telah dibahas masalah bid’ah selain masalah lainnya seperti, akhlak, fiqh, hadist dll.

Bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan ini saya mencoba untuk sedikit saja “mencukil” permasalahan Bid’ah dengan tujuan agar kita semua dapat menjalankan Ibadah yang BENAR di bulan ini dalam artian ibadah yang di ridhoi oleh Allah SWT karena sebanyak-banyak nya “ibadah” yang kita lakukan tapi tidak dapat ridho dari-Nya maka sia-sia lah ibadah tersebut dan malah bisa menghapus amal ibadah kita lainnya.

Pertama-tama mari kita baca kembali firman Allah:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

Artinya:

“Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah aku cukupkan atasmu kenikmatan-Ku, dan Aku ridho Islam menjadi agamamu”. (QS Al Maaidah: 3).

Maka jelaslah disini bahwa Allah telah menyempurnakan Islam bagi umatNya. Kira-kira apa sih arti kata SEMPURNA? silahkan anda sebagai makhluk ciptaanNya yg diberikan Akal dan Pikiran mendefinisikan sendiri, namun saya yakin dari definisi yang anda temukan sama dengan apa yang ada dipikiran saya, dan seharusnya dari pengertian kata “sempurna” itu kita sadari bahwa TIDAK ADA KEKURANGAN SEDIKITPUN dalam Islam baik itu hukum-hukumnya, ibadahnya dan sebagainya. Maka tidak ada SATU ALASANPUN yang bisa diterima apabila ada orang yang melakukan “ibadah” yang MELEBIHI/MENGADA-ADA dalam artian tidak ada/pernah dilakukan sebelumnya seperti yang di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW (contoh terbaik/sebaik-baiknya contoh bagi umat Islam) ataupun tertulis pada kitab suci Al-Qur’an. OK, coba kita berpikir logis sebentar, sesuatu kegiatan yang dikatakan telah sempurna tapi kita menambah2kan sesuatu tersebut (walaupun baik dari sudut pandang manusia) apakah bukan berarti bahwa kita telah tidak mempercayai ke “sempurnaan” tersebut? Beranikah kita sebagai muslim tidak mempercayai sebuah kesempurnaan yang dijamin sendiri oleh Allah SWT yang dapat kita lihat dengan jelas pada ayat diatas?

Allah berfirman:
ونزلنا عليك الكتاب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين

Artinya:

“Dan telah Kami turunkan kepadamu Al Kitab ( Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. (QS An Nahl: 89).

واذكر ربك في نفسك تضرعا وخيفة ودون الجهر من القول بالغدو والآصال ولا تكن من الغافلين
“Dan berzikirlah (sebutlah) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan senja, dan janganlah kamu menjadi orang yang lalai”. (Al A’araf: 205)

Selebihnya silahkan baca lebih lanjut pembahasan salah satu Bid’ah tentang Zikir Berjama’ah

InsyaAllah kita semua diberikan rahmat dan hidayahNya, apalagi ini bulan suci, alangkah sayangnya jika kesempatan yang tidak bisa kita jamin sendiri akan kita temui tahun depan ini kita jalani dengan hal hal yang justru tidak mendapat ridho dariNya.

Akhir kata, segala kebenaran yang ada hanyalah datang dariNya dan segala kesalahan muncul dari diri saya sendiri, oleh karena itu saya mohon ma’af jika ada konteks pada artikel ini yang kurang berkenan.

Selamat berpuasa!

update 23 Juli 2007
muslim.or.idAwas bahaya Bid’ah
muslim.or.idBid’ah dan dampak jelek terhadap umat

Note: jika ada yang ingin tanya jawab saya persilahkan ajukan ke http://muslim.or.id. Akan lebih tepat dan afdol jika mereka (yang lebih punya pengetahuan ketimbang saya) yang menjawab pertanyaan-pertanyaan anda.

About these ads

19 responses to “Bid’ah dalam Islam

  1. Lebih baik bicara bagaimana memajukan islam kang.. kalo bicara masalah kilafiyah macam begini tentu gak ada habisnya pro & kontra. Bukankah sekarang orang NU dan muhammadiyah sudah susah dibedain he..he..

  2. nah bgmn definisi “memajukan” itu sendiri? apakah maju berarti banyak orang yg memeluk agama islam? banyak yg zakat? hukum syari’ah ditegakkan? ..

    kalo menurut saya pribadi, mengembalikan Islam sesuai dengan hadist sunnah dan Qur’an juga merupakan upaya “memajukan” Islam.

    btw saya g ngomongin NU sama Muhamadiyah, saya memang cenderung mengikuti Muhammadiyah tapi bukan berarti saya seorang Muhammadiyah, saya cuman ingin menjalankan Islam sebagaimana mestinya sesuai hadist sunnah dan Qur’an. Kalo ada yg tanya “kamu NU apa Muhammadiyah?” saya jawab “Saya ISLAM” titik! :D

    sebetulnya dalam menjalankan ibadah kan simple, ikuti haddist (yang shohih) dan Qur’an. Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baiknya contoh manusia dalam segala hal kehidupan. Jadi, buat apa kita ikut2 yg g jelas aturannya.. apakah Nabi Muhammad masih kurang sempurna sehingga harus kita tambah-tambah lagi?

    dari tulisan ini saya memang tidak berkeinginan untuk berdebat, karena pasti saya kalah, maklum masih cupu :D saya cuman pengen aja orang-orang muslim lebih kritis dalam memandang/menilai suatu hal, jangan “asal” apa kata Kyiai/ustadz.

  3. terima kasih anda telah memulai dahulu terbuka dengan kata “bid’ah”, kata tersebut akan menjadi persoalan apabila anda membahas lebih mendalam, akan tetapi apabila anda meresapi dan merenungi jelas sudah bahwa andal selalu menjalankan dalam kesehariannya, namun anda tidak menyadari. karena kata-kata itu sangat menyentuh sensifitas kita umat muslim. dalam kata “BID’AH” tersebut yang kita bahas adalah bukan antara NU dan Muhammadiyah, akan tetapi kata tersebut diperlukan atau tidak…dimana dan darimana anda akan memandang dan menilai itu adalah persepsi anda.karena kebenaran itu adalah :
    1. dari Allah SWT
    benar menurut Allah SWT belum tentu manusia dapat menerimanya bahwa itu adalah benar. hal ini terbukti banyaknya orang yang mengetahui bahwa itu benar tapi tidak dijalankan, dan manusia tahu bahwa itu salah tetapi malah di jalankan. menterjemahkan dalam bahasa yang benar itu sangatlah susah.
    2. dari kita
    Kebenaran yang dibuat oleh kita belum tentu benar bagi orang lain, apalagi Allah SWT.
    3. dari orang lain
    Kebenaran dari orang lain merupakan sebuah penilaian atas perilaku diri kita yang menurut kita belum tentu benar tetapi menurut orang lain justru benar…atau sebaliknya.
    seperti demikian kalau anda membahas mengenai bid’ah, tergantung kemampuan anda dalam menterjemahkan itu…
    Dunia penuh makna dan hidup penuh hikmah, ibadahlah…niscaya engkau menjadi tenang.

  4. #mukhsinun
    terimakasih atas komentarnya :D
    Saya sependapat dengan tiga point ttg kebenaran yang anda sebutkan diatas.

    Dan terimakasih telah mengerti bahwa kita tidak sedang membahas antara NU dan Muhammadiyah disini

  5. he..he… bicara masalah bid’ah kadang memang bisa sedikit nyerempet NU vs muhammadiyah, bedanya tipis banget. Sampai saat ini saya juga masih bingung mendeskripsikan “islam yang murni” atau “islam yang sesuai dengan hadist sunnah”. Masalahnya intrepretasi (baca tafsir) terhadap hadist bisa jadi beragam. Bagaimana menyikapi-nya ? (di islam sendiri ternyata ada banyak madzhab)

    Saya sendiri bingung saya ini kejawen, NU, ato muhammadiyah he..he.. yang jelas pernah dengar kalo Islam itu gak arab sentris, jadi kadang kala dalam penyebarannya banyak berasimilasi dengan budaya setempat. Yang jadi masalah tentu saja jika lama-kelamaan sisi budaya-nya yang dianggap sebagai rukun ibadah.

  6. pada banyak kasus jika saya menemui ada perbedaan tafsir atau pendapat biasanya saya menelaah lebih lanjut mana yg kira kira lebih bisa saya terima secara logis dan akal sehat kalo mentok kembalikan kepada hati nurani yg bicara, pilih mana? ini atau itu..

    saya sependapat dengan “islam itu gak arab sentris”.. sempet liat gak acara nya Tafsir Al-Misbah sama yg tiap sore menjelang buka tuh di Metro-TV, pernah dibahas ttg asimilasi Islam dengan budaya setempat.

  7. Yang jelas semua bid’ah adalah sesat. tidak ada istilah bid’ah khasanah,yang ada adalah bid’ahatau bukan bid’ah. Ambil contoh tahlilan. Rasulullah mencontohkan agar kita berta’ziyah terhadap keluarga orang yang wafat. waktu ta’ziyah yang dicontohkan Rasul adalah hari pertama, kedua, dan ketiga. Adapu dalam bertaziyah diisi sebaiknya dengan acara seperti tausiyah untuk menghibur dan menguatkan yang ditinggalkan, membaca tahlilpun bisa dimasukan kedalam ta’ziyah, itu bukan bid’ah. Menurut saya hal itu bukan dilakukan, jadi bukan tahlilan yang disunnahkan, tetapi ta’siyahnya. Yang menjadi masalah adalah ketika tahlilan dianggap sunnah, danharus dilakukan pada hari2tertentu, hal tersebut bisa dikatakan bid’ah.

  8. Oh gitu yah mas?
    Makasih atas infonya
    Tapi kok nyong masih bingung nih
    Kenapa Qur’an yg dulu jaman nabi ga nyontohkan untuk dibikin kitab, trus sekarang ini kok dibikin yah?
    ini lagi
    Jaman nabi, bilau hanya menyontohkan sholat tarowih berjamaah itu hanya sehari aja trus sekarang ini dikerjakan tiap hari selama bulan romadlon. Denger2 sih itu dilakukan semenjak kekhalifahan sayyidinaa Umar bin Khattab R.A.
    Kalo ga salah sih Beliau bilang ini adalah BID’AH hasanah yang aku sukai.
    Jadi gimana dong?
    apa benar2 ga ada bid’ah dalam agama kita?
    Jadi Sayyidina Umar bin Khattab termasuk ahlunnaar dong gara2 membuat acara tarowih berjamaah itu dikerjakan tiap hari.
    Trus para sahabat yg membuat ide, mengumpulkan dan menulis Qur’an dalam sebuah kitab itu ahli neraka semua ya?

    • @sibodoh
      belajarlah islam, kepada ahlinya, bukan kpd orang yangjahil, tetapi kadang sok keminter, jangan bicara agama ini dengan katanya-katanya, apalagi denger2,
      mintalah penjelasan tentang ucapan umar, kpd para ulama,lewat kitab2nya,atau orang2 yang memang berilmu,bukan dgn pendapat antum sendiri, karena itulah pangkal dari segala kesesatan, seperti contoh; LDII, NII,APAKAH mereka tidak memakai Qur’an & hadits…pakai, haditsnya shohih..bokhori muslim dll, terus dimana kesesatannya…mereka MENAFSIRI QUR’AN & HADITS, DGN AKAL PIKIRAN MEREKA SENDIRI, tidak merujuk pada pendapat para ulama.
      mari kita sama belajar dulu…pada ahlinya…sebelum kita berpendapat begini dan begitu…

  9. #si Bodoh
    masalah penyusunan kitab tidak disebut sebagai bid’ah, saya tidak bisa menjelaskan disini (kurang ilmu), saya pernah baca pembahasannya di sebuah situs (lupa linknya) dari situ dijelaskan secara lengkap, silahkan gugling

    untuk masalah tharawih coba baca yang ini

    http://muslim.or.id/2007/01/31/batasan-batasan-syari%e2%80%99at-3-bidah-hasanah-dholalah/

    dan juga seperti yang saya tulis di atas..

    Note: jika ada yang ingin tanya jawab saya persilahkan ajukan ke http://muslim.or.id. Akan lebih tepat dan afdol jika mereka (yang lebih punya pengetahuan ketimbang saya) yang menjawab pertanyaan-pertanyaan anda.

  10. Sederek2 semuanya…
    Ternyata kita semua masih miskin ilmu, terutama saya nih!! Orang terbodoh sedunia tur buanyak dosanya deh. ga pantes nyebut diri ini yang paling benar apalagi
    mengaku calon penduduk syurga…
    Yaa Alloh… Ampunilah aku… yang bodoh dan dloif ini, tanpa pertolonganMu dan syafaat Rosulmu sungguh hamba adalah penduduk neraka yang abadi.

    Wahai saudara2ku semua…
    Kita ini diikat dgn tali LAA ILAAHA ILLALLOH-MUHAMMADARROSUULULLHOH
    tiada pantas diri yang hina ini mengatai saudara seiman kita adalah kafir yang ahli neraka karena amaliah mereka yang juga telah beramal dengan ilmu.
    Sungguh itu sangat berbahaya..!!
    Karena mereka yang mengkafirkan ato menuduh saudara muslim lainnya sebagai ahlunnaar akan berbalik tuduhan itu pada dirinya besok di akherat.
    Dahulukan ukhuwah dari pada mencari perbedaan.

    Saya yang bodoh ini mengajak semua saudaraku..
    Mari kita perdalam ilmu agama dengan belajar pada guru yang sanad belajarnya dapat dipercaya lurusnya sampai pada rosululloh.
    Jangan belajar tanpa guru, karena lebih banyak bisikan syetan yang menipu nafsu dari pada hidayah yang masuk pada hati kita.

    Salam ukhuwah untuk semuanya..

  11. JUST MUSLEM>>>>>!!! MUSLEM AJA DECH..Mana ada Bid’ah bagus ?!! lucu lagi, Bid’ah ya pasti jelek lagi..!!! Kalau bagus bukan Bid’ah tau?!! Bi’dah itu mengada ada dalam urusan AGAMA (UBUDIAH) muamalah silahkan kembangkan..!!!

  12. anda itu pengetahuannya belum seberapa tp anda sok tau sok ngerti trus anda katakan kl ada pertanyaan ke muslim.id. Jadi yg masalah sebenarnya anda aja yg sok tau.karena menurut saya kalo anda ngk ngerti ya jangan nulis yang ngak2( kalo anda sesat ya biar aja nada sendir ngk usah ngajak orang lain). Jadi tambah dulu ilmu anda baru anda boleh kasih orang saran/pendapat. jadi dalam islam itu itu da fardu ain dan fardu kifayah, ini anda mungkin fardu ain aja belum bisa udah coba2 ngajar orang lain. jadi coba anda pahami dulu suatu masalah dengan berguru kpd yg lebih alim misalnya apa itu bid’ah. jangan anda seenaknya saja menerjemahkan sesuatu apalagi al qur’an. anda itu bukan ahli tafsir , jadi nejermahkan al qur’an itu bukan seperti anda terjemahkan bahsa inggris ke bhs indonesia. terlalu banyak kaedah2 dlm menerjemahkan al-quran dan itu bukan untuk orang2 awam. Jadi tambah ilmu dulu kalo untuk sendiri udah baik baru anda share ke orang lain.

  13. Assalamu’allaikum Wr. Wb
    Mohon petunjuk Pak Sandy , dan terus terang saya pening mengartikanya dan tekut kalau sampe salah masuk aliran Syekh Siti Jaenar, saya pernah membaca tapi agak lupa entah itu firman ataupun hadis, . “Allah itu adalah Maha Ujud” mohon penjabaranya biar saya dapat pencerahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s