Reality Show, realita atau rekaan?

beuh… makin lama makin annoying banget liat stasiun TV pada berlomba-lomba menayangkan acara yang katanya Reality Show. Kenapa annoying? ya iya annoying! gimana nggak, orang bukan kejadian sebenarnya (benar-benar terjadi saat itu juga dan tanpa rekasaya sama sekali) la kok ngomongnya REALITY, reality dari hongkong? eh semua-semua kok bilangnya dari hongkong ya? heheehe….

Kejadian-kejadian yang hiperbola, serba kebetulan, masalah muncul secara tak terduga berturut-turut, angle kamera dan lighting yang terlalu perfect utk sebuah pengambilan gambar langsung (coba bandingkan dengan liputan berita yg disiarkan secara live)… owh please!

Kenal sama yang namanya Mark Burnett? itu loh tokoh dibalik suksesnya acara Survival dan juga beberapa acara lain sejenis. Apa dia bilang? begini..

Mark Burnett, creator of Survivor and other reality shows, has agreed with this assessment, and avoids the word “reality” to describe his shows; he has said, “I tell good stories. It really is not reality TV. It really is unscripted drama.

.. see?

kurang puas, baca lagi nih (klik ini) diambil dari wikipedia

saya masih ingat waktu host Termehek-mehek mendapat penghargaan award-2an gitu deh, trus pas speech dia bilang “ … terimakasih atas dukungan drama reality ini .. ” yay! d-r-a-m-a ! silahkan ambil kesimpulan sendiri

saya juga masih ingat pernah ada kasus acara reality show di RCTI, waktu itu yang jadi katanya korban adalah salah satu personel Dewi-Dewi. Ternyata ada missunderstanding, sehingga muncul masalah dan sampai diberitakan di infotainment, dan dari situlah muncul dengan tegas pernyataan yg kurang lebihnya seperti ini “sebetulnya ini hanya salah paham, karena dari awal dia sudah tau kalau akan dikerjai namun dia kaget karena waktu itu kita ngerjainnya terlalu berlebihan menurut dia

taraaaa….. :D

hari ini saya lihat di detik, ada artikel menarik “KPI: Lima Stasiun TV Siarkan Reality Show Bermasalah” , setelah baca.. baca.. dan akhirnya ada pernyataan yang cukup menarik..

“Sebagian besar acara reality show itu berupa rekonstruksi dari kisah nyata yang diperankan oleh aktor. Jadi bukan benar-benar reality show, melainkan rekayasa dari kisah nyata,” jelas Sasa lagi.

:D

btw, di sini saya tidak mempermasalahkan dampak baik atau buruk, apakah ada pesan moral yang bisa diambil oleh penonton atau tidak, bukan, bukan itu.. yang saya bicarakan di sini adalah penggunaan kata-kata “REALITY” yang menurut saya TIDAK PANTAS untuk digunakan lagi karena ya.. itu tadi, apanya yang REALITY? apa nggak bisa jujur dan pake kata “BERDASARKAN KISAH NYATA” atau “REKAAN DARI KEJADIAN SEBENARNYA” .. ?

artikel lain yang bagus untuk disimak
msnbc – Just How Real Are Reality TV Shows?
Alfito Deannova – (Un)Reality Show
Reality Show: Benarkah Realistis?
Termehek-mehek: Reality Show yang unReality
Inikah Reality Show?

… dan kalian para kaskuser mungkin udah pada tau yang ini , berhubung saya bukan kaskuser jadi telat deh taunya :D

update

‘Termehek-mehek’ Pakai Pemain Bayaran Tergantung Kondisi

… Proses pembuatan dimulai dari menyaring cerita yang masuk dari masyarakat. Cerita yang terpilih kemudian dipelajari untuk kemudian dilakukan pengambilan gambar. Saat syuting itulah ada kondisi-kondisi yang mungkin saja menggunakan pemain bayaran

Trans TV Membela Diri ‘Termehek-mehek’ Dituding Membohongi

… Menurut mereka, memang sejak awal sudah menyebut ‘Termehek-mehek’ sebagai drama reality bukan reality show.

“Genre di AC Nielsen (lembaga survei) tidak ada kategori drama reality. Jadi Nielsen memposisikan itu sebagai reality show. Lagipula setiap reality show apapun pasti ada skenarionya,” urai Humas Trans TV Hadiansyah Lubis…

*udah lama pengen posting bginian tapi baru sekarang keturutan*

10 Tanggapan

  1. Kunjungan balik. Terima kasih telah memberi komentar di blog saya.

  2. “kenapa semua bilang dari Hongkong?” mungkin disono semua membesar2kan masalah mas. (mungkin loh, saya belum pernah kesono…
    Kalo saya mending nonton berita mas..ato nonton tawa sutra, lumayan buat olahraga mulut…

  3. reality show di TV boongan mas

  4. Yaa..ya..itulah realita bangsa..eh terlalu jauh dech..cm bermimipi..lupa kita sndiri…yang bener tuh bikin acara ke arah kepahlawanan..gmn..ya..acara kita reality show yg menonjolkan hal2..gtu..mau maju gmn..ya..acara reality, gosip, sinetron yg cm menjual mimpi..ha…
    andrewiwanto.wordpress.com

  5. sekarang sih, pada pinter kalo mau memelintirkan makna sesuatu, huhh

  6. Wah jadi selama ini tertipu dong diriku :( …makasih mas sandy infonya

  7. reality show itu memang rekayasa karena bila benar-benar 100% realita maka itu dinamakan acara DOKUMENTER.

    CMIIW ^_^v

    • yup! dilihat dari definisi di wiki, memang seperti itulah artinya, kalo bener-bener nyata namanya dokumenter, kalo bukan dokumenter berarti tidak benar-benar nyata :)

  8. [...] yang indah, ada yang menyedihkan sampai yang bangsat najiz pun ada. Mulai dari kisah persahabatan, asmara sampai kisah mesum, serta permusuhan pun lebur jadi satu tersimpan dalam arsip blog [...]

  9. thx,bs jd inspirasi bikin tgs smstrn, pgn bahas eksploitasi konflik dlm reality show….
    skl lg, thx

Tinggalkan Balasan