4 FAKTOR PENENTU KARYAWAN

By: David L. Stum

Bagaimana kabar karyawan, kolega kerja Anda di kantor? Adakah di antara kolega tersebut yang sudah beberapa kali keluar masuk organisasi atau perusahaan? Memang hal tersebut cukup lumrah. Apalagi dalam bisnis yang berkembang cepat dan tidak stabil saat ini. Pindah- pindah perusahaan alias “turnover” memang akibat dari arus ekonomi baru yang melanda seluruh dunia saat ini. Gejala peningkatannya telah nampak semakin nyata.

David L. Stum, pemimpin konsultan manajemen -Loyalty” yang berpusat di Amerika Serikat menyatakan suatu organisasi harus mampu memberikan karyawan-karyawannya suatu alasan yang kuat mengapa mereka selayaknya setia dan committed. Namun perlu diingat ada beberapa hal utama yang patut dimiliki oleh sebuah organisasi agar karyawan betah, sengaja diurutkan berdasarkan kepentingannya:

1 – Imbal jasa yang memadai
Inilah faktor utama mengapa orang mau bekerja. Organisasi umumnya menekan biaya gaji dan imbalan lain, tetapi Anda harus memikirkan secara matang tentang hal ini jika tidak ingin dirugikan di kemudian hari. Jika faktor ini tidak dipenuhi, jangan heran jika terjadi turnover tinggi, kasak-kusuk, demo dan penurunan motivasi kerja. Namun imbalan tidak harus dalam bentuk gaji. Imbalan lain yang bersifat mengikat karyawan adalah dalam bentuk tunjangan, misalnya asuransi hari tua, asuransi kesehatan, pinjaman rumah dan kendaraan, dan tunjangan transportasi karena tidak semua orang mau mencari gaji saja.

2 – Suasana kerja yang menyenangkan
Kantor yang menyenangkan adalah yang bersih, hubungan atasan dan
bawahan lancar dan enak. Lihatlah sekalian wajah karyawan Anda. Apakah wajah-wajah itu menunjukkan perasaan gembira dan bersemangat setiap kali mereka datang ke kantor? Suasana kerja yang menyenangkan akan membuat para karyawan betah bekerja di situ untuk jangka panjang. Mulailah hari Anda sebagai atasan dengan mengucapkan salam dan menyapa para karyawan. Usahakan kesempatan-kesempatan tatap muka. Keluhan karyawan harus Anda dengarkan dan sikapi dengan sungguh-sungguh. Kesalahan harus dihukum secara adil tetapi tetap menghormati harga diri karyawan itu di depan rekan-rekan yang lain. Kesalahan fatal seorang atasan antara lain adalah merusak suasana kerja dengan perlakuan kasar di depan orang banyak dan sering memecat orang dengan tidak semena-mena. Ini akan menyebabkan suasana kerja yang tegang.

3 – Keadilan
Pada dasarnya setiap orang ingin diperlakukan secara adil, maka organisasi pun harus memberikan hal ini kepada setiap karyawan. Jangan sampai terjadi diskriminasi rasial dan sejenisnya. Informasi juga perlu disebarkan secara adil, karena karyawan akan menghargai dan mau ikut menanggung beban bila mereka mengetahui kondisi perusahaan sesungguhnya.

4 – Pemerataan kesempatan berkembang
Jika organisasi bersungguh-sungguh mau maju terus, maka bangunlah sistem yang memungkinkan karyawan Anda untuk terus mengembangkan diri. Pengembangan diri juga perlu berdampak pada peningkatan imbalan dan penghargaan. Jadi, sebuah organisasi atau perusahaan harus memiliki wawasan yang jauh ke depan dalam mempertahankan dan +memancing+ karyawan-karyawan terbaik agar tetap betah. Dengan kata lain, organisasi Anda harus memahami karyawan dan memberikan pula yang terbaik bagi mereka.

Moga-moga artikel di atas bermanfaat bagi Anda.
Semoga Anda betah di
tempat kerja Anda!

(article from You-dha )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s