Ayat-ayat Cinta – the Dark Side

Diantara sekian banyak yang H2C (Harap-harap Cemas) mau nonton AAC, dan sekian banyak yang menyambut positif film AAC, ternyata ada juga yang nggak suka (kecewa) sama film Ayat-ayat Cinta (filmnya loh, bukan novelnya), silahkan mampir di blog yang ada di bawah ini..

Film Ayat-Ayat Cinta = Buruk!
Kejanggalan Film Ayat-ayat Cinta
Sinetron ayat-ayat cinta
Pesan AAC : Mending Gak Usah Nonton Daripada Kecewa
Review : Ayat Ayat Cinta
Ayat-ayat Cinta, antara novel dan film

saya sndiri? wah jangan tanya, saya blom nonton, dan nggak mau nonton, genre drama religius bukan aliran saya… la aliran saya apa? aliran sesat.. wakakakak!!

16 responses to “Ayat-ayat Cinta – the Dark Side

  1. Jauh2 hari saya dah bilang sama adik… pilih salah satu mo nonton filmnya apa baca novelnya… jangan dua-duanya..

    pengalaman ngebuktiin.. kalau dua2nya pasti kecewa lah..

    Suka

  2. Sebaiknya kita memisahkan antara film dan kehidupan nyata. Film adalah khayalan sang sutradara dkk dalam rangka kepentingan komersial (90%), sekedar main-main (hobby) dan edukasi. Indonesia adalah negeri dimana orang bebas berkreasi, yang jadi badan sensor adalah diri kita sendiri.

    Seperti biasa …. buang yang buruk, ambil yang baik. Kalau betul-betul buruk … tapi ingin tahu …. silahkan nonton, dan setelah itu lupakan saja. Kalau sayang sama uangnya … silahkan sumbangkan saja ke yayasan yatim-piatu.

    Suka

  3. kita harusnya belajar menghargai karya orang lain ( apalagi karya bangsa sendiri )

    apakah memberi kritik itu sama dengan tidak menghargai?

    Suka

  4. bagaimanapun, mending baca bukunya daripada liat filmnya. aku ga pernah puas liat film yang awalnya dari buku. harry potter, da vinci code, AAC?

    nanti dulu mas, emang biasanya (kata orang) kalo kita udah duluan baca novel lantas liat film kemudian memang banyak yang bilang g puas sama filmnya, tp kalo awalnya blum pernah baca novelnya lantas liat filmnya penilaian bisa lain lagi mas😀

    * gak suka baca novel *

    Suka

  5. Kenapa ada aliran fiksi yang menamakan dirinya Fiksi Islami? Apakah AAC fiksi islami? Siapa yang mengklaim? Apakah filmnya juga Islami? Apakah ada pacaran yang Islami? Apakah yg mau nyium dulu baca bismillah, mau pegang tangan pacar baca taawud, dll itu pacaran Islami? Bgmn dua orang non mahram memerankan pasangan suami isteri yang saling mencintai dalam film bisa disebut Islami? Apakah yg melihat film ini lantas bilang ke pacarnya: aku ingin seperti itu …apakah ini yang diinginkan sutradara dan penulis novel?
    Atau …apakah semua ini ujung-ujungnya duit? Berapa M yang bisa diraup produser dan penulis cerita? Karena label film “Islami” lebih “menjual” daripada genre remaja, komedi, dll?
    Apakah produser dll dapat pahala, atau dosa, atau tidak keduanya dan “hanya” dapat nama dan uang saja?
    Atau..wah, mumet dewe aku.
    Btw, apa sih BOTD itu? Maklum wong ndeso!
    Gue

    kalo mo protes tuh bisa langsung ke blog sang sutradara AAC nya http://hanungbramantyo.multiply.com/ , eniwei, BOTD = Blog Of The Day

    Suka

  6. kasih judul topik post blog jangan sembarangan, ayat-ayat cinta berisi sebagian ayat-ayat Allah, so do not give word “the dark side” kesannya jadi memprovokasi yg nggak-nggak.
    ngerti kon dul ?

    grow up guys!😆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s