Jangan berlebihan

Menanggapi kelakuan salah satu politisi Belanda dengan lahirnya film Fitna, saya harap saudara-saudara Muslim saya bisa bertindak cerdas dan berkepala dingin juga tidak melakukan tindakan-tindakan yang justru ‘meng-amini’ film tersebut yang menggambarkan Islam yang negatif. Justru seharusnya kita tunjukkan bagaimana Islam/Muslim sesungguhnya, bukan malah main sweeping-sweeping-an. Toh PM Belanda sendiri dengan tegas menolak film tersebut.

Saya pribadi justru malah respek kepada beliau yang dengan cepat menanggapi permasalahan ini berbeda dengan kasus kartun Nabi Muhammad yang terkesan pemerintah Denmark tidak bisa apa-apa.

Dalam kasus film fitna ini sebetulnya langkah terbaik untuk meng-counter attack adalah dengan menunjukkan bahwa Islam tidak seperti apa yang digambarkan pada film tersebut, Islam adalah agama yang Rohmatan lil’alamin.

Saya malah berharap ada sineas Indonesia yang menciptakan film ‘balasan’ yang menunjukkan Islam sesungguhnya. Balas lah film itu dengan film juga.

Bagaimana mas Hanung?🙂

*karena banyak komentar yang isinya pada menyinggung SARA, maka dengan berat hati saya matikan feature komentar pada artikel ini.