Barbershop, the stories – ketika gunting menyambung cerita

barbershop

disuatu sore, di tempat cukur rambut langganan, tante sang owner barbershop yang juga merangkap sebagai tukang cukur, sebut saja tante “bunga

bunga: seneng saya, seharian ini dapet pelanggan rambutnya bagus2, punya mas ini bagus banget rambutnya, gampang ngaturnya
… tuh … bagus, kayak wig malah… seneng saya mas motongnya, loh kan.. wuenak e mas ngature

me: hehehe.. makasih

bunga: mas ini orangnya sabar, nanti kalo cari cewek jangan yang judes ya

me: ya sapa juga mau sama cewek judes hehehehe

bunga: bajune apik mas, tuku nang ndi? larang pastine yo

me: halah, ini saya kalo beli baju pasti cari yang dibawah 100 ribuan tante🙂

bunga: oh apik, pinter sampeyan

curcol ngalor ngidul dan setelah kelar nyukur rambut

bunga: nah wes, saiki ketok ngenomi ( muda ) mas dadine

me: hihihihi…

kemudian diakhiri dengan saya memberi tip 100%me: sudah ini ambil aja, sekalian angpaw lebaran

bunga: waduh mas, suwun mas, ini kok malah saya yang tua yang dikasi angpaw

melihat sang tante itu menerima angpaw dengan terharu (cukup emosional) saya jadi merasa bahagia, banyak cerita keluh kesah yang beliau ceritakan, pahit hidup menjelang hari tua yang beliau alami membuat saya terenyuh sekaligus kagum dengan ketegarannya

cerita tentang cita-citanya menjadi seorang guru yang tidak kesampaian gara-gara tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah,

cerita tentang pelanggannya yang dia layani dari sejak kecil sampai jadi orang sukses, dan tidak pernah sekali cukur di tempat lain, atau bahkan ada yang ketika mudik selalu menyempatkan untuk cukur ditempatnya

cerita bagaimana dia sendirian tidak kenal lelah pada hari ini melayani kurang lebih 30 customer dari pagi sampai sore, disaat karyawannya masih mudik dan belum pada balik kerja

cerita tentang anak buahnya yang kerja sak enake dhewe, nggak bisa melayani pelanggan dengan baik, merusak nama baik usaha yang dia bangun selama 30 tahun lebih,

cerita tentang perlawanannya terhadap para preman kampung yang berusaha memalak dia,

cerita tentang anak angkatnya yang tidak tau balas budi

… sebagai customer terakhir hari ini, saya ingin mengucapkan terimakasih dan sukses terus tante! panjang umur!
(9^,^)9

6 responses to “Barbershop, the stories – ketika gunting menyambung cerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s