Beginilah Proses Perpanjangan SIM saat ini (di Malang)

Sebuah rutinitas 5 tahunan kewajiban kita para pengendara untuk memperpanjang SIM. Dalam 5 tahun tentu (biasanya) ada beberapa perubahan, ya … seperti yang saya alami tahun ini dalam proses perpanjangan SIM di Malang khususnya.

Tidak seperti 5 tahun lalu, di POLRESTA Malang, antrian panjang, tumplek blek di satu loket, dengan alur yang tidak begitu jelas, calo bertebaran di mana mana, dan butuh berjam-jam proses perpanjangan SIM ini sampai akhirnya kita menerima SIM baru, semuanya beda ketika saya datang ke SATPAS (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) Kota Malang yang terletak di jalan Dokter Wahidin no 56 (dekat SMP 3). Ya, untuk pengurusan SIM tidak lagi (harus) ke POLRESTA.

SATLANTAS Malang

SATPAS Malang

Di SATPAS Kota Malang ini, antrian tertib, hanya mereka yang berkepentingan mengurus SIM saja yang boleh masuk. Di depan gerbang sudah ada SATPAM yang menjaga dan memberikan panduan untuk mengambil nomor antrian.

Langsung saja ya, saya share apa saya yang perlu dilakukan untuk mengurus perpanjangan SIM. Baiklah, kita mulai…

  1. Siapkan:
    1. fotokopi SIM dan KTP masing-masing 2 lembar
    2. bolpen untuk mengisi formulir
    3. uang cash Rp 120.000
  2. Urus surat bukti tes kesehatan (jika belum pernah melakukan tes kesehatan) di Rumah (warna hijau) seberang SATPAS . Di sini kita akan dikenakan biaya tes kesehatan Rp 20.000, dan biaya asuransi Bhakti Bhayangkara Rp 30.000. Untuk tes kesehatannya berupa:
    1. cek tekanan darah
    2. cek pengelihatan
    3. didata golongan darah, tinggi dan berat badan
      test kesehatan
  3. Setelah mendapat surat bukti tes kesehatan, balik ke SATPAS untuk ambil nomor antrian di gerbang, dan tunggu nomer antrian dipanggil/disebut oleh SATPAM. Jangan kuatir nunggunya capek dan kepanasan, karena disediakan tenda besar dan ada tempat duduknya.

    Surat Tes Kesehatan dan Kartu Asuransi Bhakti Bhayangkara

    Surat Tes Kesehatan dan Kartu Asuransi Bhakti Bhayangkara

  4. Setelah dipanggil, langsung masuk ke dalam ruangan dan antri di LOKET 1, di sini kita akan diberikan Formulir Registrasi
  5. Setelah menerima Formulir Registrasi langsung menuju LOKET Bank BRI di sebelahnya untuk membayar biaya perpanjangan SIM seharga Rp 70.000
  6. Kemudian isi Formulir Registrasinya, jangan lupa ada 2 halaman yang harus di isi. Setelah semua kolom-kolom yang wajib diisi telah dilengkapi, kembalikan Formulir Registrasi tersebut lengkap dengan bukti pembayaran perpanjangan SIM, dan bukti tes kesehatan ke LOKET 2 lalu antri untuk menunggu hasil pemeriksaan Formulir Registrasinya

    Formulir Registrasi

    Formulir Registrasi

  7. Setelah kita menerima Formulir Registrasi yang telah dicek petugas, bawa formulir ke LOKET 3 (?) / Ruang Foto
  8. Di ruang foto sudah disediakan kaca, jadi sebelum dapat gilirannya untuk difoto bisa dandan dulu. Saat foto cek lagi data Anda, jangan sampai ada salah pengetikan, seperti waktu itu saya cek ada kesalahan penulisan nama, langsung minta petugasnya untuk mengoreksi.
  9. Jangan terlalu kecewa dengan hasil fotonya, maklumi saja, foto SIM, KTP, PASPOR memang tidak pernah bagus😦
  10. Setelah foto, pindah ke LOKET 6 (aduh saya lupa nomor loketnya), loket untuk pengambilan SIM baru. Sambil menunggu SIM baru selesai dicetak, kita diminta untuk mengisi kuisioner / survey kepuasan pelayanan di SATPAS . Disediakan sebuah terminal layar sentuh untuk menginput kuisionernya. Tidak butuh waktu lama akhirnya SIM baru sudah jadi.
  11. Ucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu petugasnya dan keluar meninggalkan SATPAS dengan riang gembira.

nah, semua proses yang saya jalani ini hanya memakan waktu tidak sampai 1 jam. Bisa jadi karena waktu itu tidak terlalu banyak yang antri, jadi semuanya cepat. Dari sampai di SATPAS jam 10 pagi lebih sedikit, keluar jam 11-an.

oia, walaupun sistemnya sudah bagus tapi sepertinya masih ada oknum yang mencoba untuk memberikan jasa calo, curiganya sih pas di parkiran, langsung aja tukang parkirnya nanya-nanya kepo gitu “masnya perpanjangan?” .. “iya” saya jawab, “sim apa mas?”, “sim c” saya jawab lagi sambil buru-buru menuju gerbang SATPAS . Entah memang si bapak parkiran ini cuma kepo atau mencoba menawarkan jasa calo, tapi mencurigakan gitu keponya🙂

oia lagi, ada yang bilang bisa juga urus di SIM CORNER di MOG, tapi gosipnya tidak bisa untuk mengurus perpanjangan SIM yang sudah telat, ya daripada jauh-jauh ke MOG mending datang ke SATPAS deh

sekian deh, semoga bermanfaat…. kalau tidak bermanfaat ya paling tidak blog saya terupdate :p

ralat:
sebelumnya saya sebut SATLANTAS, yang benar adalah SATPAS

9 responses to “Beginilah Proses Perpanjangan SIM saat ini (di Malang)

  1. Krn rumah saya dekat MOG, saya beberapa hari lalu ke MOG. Ternyata disana SIM corner sudah tutup, alias tidak melayani lagi karena mesin pencetak SIMnya rusak😦

    Suka

  2. Pelayanan perpanjangan Sim di Malang sangat mengecewakan,3 hari mengurus perpanjangan tidak membawa hasil,untuk yg di araya ada saja masalahnya dan sering tutup jd lebih baik langsung ke Jalan Dr. Wahidin tapi yg disini anda hrs antri pagi sekali,pengalaman saya dtg jam 8 dan 6.30 tidak kebagian no bahkan ada yg rela antri jam 4 pagi,dilarang menggunakan calo tapi perpanjangan dipersulit

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s