Menyambut Amanah (part 1)

Menjelang 1 bulan umurnya sejak pertama kali menghirup udara dunia, saya mau sharing nih, siapa tau bisa bermanfaat buat calon ayah dan calon bunda lainnya …

Buat calon ayah dan ibu umumnya dihinggapi rasa bingung, ini gimana, itu gimana menghadapi masa-masa maternity dan setelah persalinan. First thing first yang mau saya bahas:

  1. Memastikan kehamilan
  2. Dokter Kandungan
  3. Tempat Persalinan
  4. Dokter Anak
  5. Konsultasi
  6. BPJS dan Asuransi
  7. Akte

yuk dibahas satu persatu…

Memastikan kehamilan

Alat bantu tes kehamilan jangan dijadikan tolak ukur kepastian bahwa si ibu hamil, biar lebih valid datang periksa ke dokter kandungan, dengan peralatan yang memadai. Kami sampai harus 2 kali kunjungan untuk benar-benar memastikan bahwa istri sudah hamil. Pada kunjungan pertama, walaupun hasil USG terlihat ada sesuatu yang bulat kecil di dalam rahim, tapi baru pada kunjungan ke-2 beliau bilang “naah ini hamil beneran”

...naah ini hamil beneran

“…naah ini hamil beneran”

Dokter Kandungan

Walau jauh sebelumnya kami banyak dapat informasi tentang dokter kandungan apa yang recommended, yang bagus, dsb, tapi waktu periksa untuk memastikan kehamilan itu, kami gak pilih-pilih dokter mana, pokok deket rumah, titik. Mikirnya sih, ah yang penting secepatnya bisa mastikan dulu hamil nggak nya, urusan kontrol berkelanjutannya nanti aja.

Terpilihlah dokter kandungan yang praktik di RS dekat rumah. Dokter ini sudah (terlihat) senior, orangnya ramah, enak ngomongnya. Secara komunikasi kita sih nyaman-nyaman aja, antriannya nggak membludak, jadi gak perlu nunggu lama-lama. OK! kita pakai dokter ini aja ya, begitu kesepakatan awal kami.

… dan ternyata berubah

Pada minggu ke-3 kalau tidak salah, pagi hari istri mengalami pendarahan, panik. Hari itu juga langsung ke UGD di RS deket rumah itu, dan karena pak dokter kandungan tidak praktik di pagi hari, maka waktu itu ditangani oleh dokter kandungan lainnya, yang juga praktik di RS yang sama.

di ruang praktik dr. Nany Nita, SpOG

di ruang praktik dr. Nany Nita, SpOG

Dari UGD dibawa ke ruang praktik dokter tersebut, namanya dr. Nani Nita, SpOG. Sesaat waktu masuk ruangan … “waaah beda… ” “waah… ada AC nya.. ” “waah.. USG nya modern” … ya kalau dibanding dengan dokter sebelumnya, sangat kontras peralatan di ruang praktiknya.

Alhamdulillah, walaupun harus rawat inap 3 hari 2 malam, tidak membahayakan janin.

Setelah merasakan pelayanan dari dr. Nany ini, kami sepakat pindah haluan dokter kandungannya. Selain fasilitasnya yang lebih lengkap, dan dengan dokter ini kami diberi BKIA (Buku Kesehatan Ibu dan Anak), padahal dengan dokter sebelumnya kami tidak diberi apa-apa. Buku ini digunakan dari awal kandungan sampai anak lahir dan berumur balita. Gunanya untuk mencatat riwayat ibu selama kandungan dan anak setelah lahir. BKIA ini buku pegangan deh, infonya komplit, mulai dari bagaimana cara menjaga kehamilan, gimana memperlakukan bayi dengan baik, cara perawatannya dll. Setiap kontrol kandungan dan setiap kontrol anak buku ini dibawa selalu.

 

… bersambung

dr. Nani Nita, SpOG
RS Lavalette Malang
Hari: Senin-Sabtu , Jam: 07:00 – 14:00
* biasanya dr. Nany datang jam 9-10, dan ada baiknya sudah daftar mulai jam 7:00. Biaya Rp. 120rb, untuk USG 4D Rp. 400rb (kalau tidak salah)

dokter ini juga praktik di rumahnya di Jl. Sarangan No. 11

One response to “Menyambut Amanah (part 1)

  1. Ping-balik: Menyambut Amanah (part 2) | Sandy / suryadi / Nata·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s